BP BATAM DEPUTI lll, BELUM ADA TITIK TERANG TERKAIT LAHAN KAMPUNG BELIMBING.


Batam-Detikinvestigasi.com
Pada tanggal 8 November 2017 DPP AMJOI (Assosiasi Media dan Jurnalis Online Indonesia) melayangkan surat tertulis terhadap BP Batam terkhusus Deputi lll yang membidangi lahan, terkait masalah lahan yang berada di  Kampung Belimbing kecamatan Bengkong kota Batam.


Dalam isi surat DPP AMJOI, untuk mempertanyakan bentuk perizinan lahan diberikan oleh BP Batam kepada PT. Darma Kemas Berganda. Dimana PT. DKB meng-klaim lahan seluas 9 Ha diwilayah Bengkong kampung Belimbing sudah miliknya dan mendapatkan HPL dari BP Batam pada tahun 2013 yang lalu.

Untuk mendapatkan informasi yang lebih aktual terkait delik dan realnya bentuk surat perizinan alokasi lahan yang diberikan oleh BP Batam kepada perusahaan,maka, Senin 22/1/2018, DPP AMJOI diundang oleh pihak BP Batam, guna memberi klarisfikasi terkait pengalokasian lahan PT. DKB.

Deputi III BP Batam yang membidangi pengalokasian Lahan tidak dapat ditemui akan tetapi diwakilkan melalui pegawai BP Batam yang kurang memahami duduk permasalahan yang dikandung isi surat DPP AMJOI mengenai kampung Belimbing.

Anggota DPP AMJOI yang mendatangi kantor BP Batam, yang terdiri dari berbagai media online harus menelan kekecewaan dari jawaban yang diberikan oleh oknum pegawai BP Batam yang bernama Harry yang nota bene disebut membidangi Evaluasi Lahan.

Pada dasarnya Harry diduga tidak menguasai permasalahan dan isi surat DPP AMJOI dengan alasan generasi yang terputus di BP Batam. Sehingga Harry memberi jawaban yang mengambang kepada media AMJOI.

“Aturan kalian merasa bersyukur karena surat kalian masih ditanggapi oleh BP Batam, soalnya banyak surat masuk kesini (BP Batam) yang tidak ditanggapi, malah dibuang begitu saja karena dianggap tidak perlu, sama halnya dikantor Presiden,” katanya.

Tambahnya lagi, “kami akan memanggil pihak perusahaan untuk klarisifikasi surat ini dan itupun jika pihak perusahaan mau, karena jika perusahaan itu mau jual lahannya, tidak mungkin kami ikut marketingnya, dan kalau perusahaan jual lahannya saya mengatakan ya terserah,” ucapnya dengan enteng.

Ketika ditanya mengenai jabatan atau posisi Harry sebelum membidangi evaluasi lahan di BP Batam, justru dijawab dengan nada tak senang, “tidak ada korelasi masalah ini dengan posisi saya kan?” jawabnya.

Para Media pun bingung dengan jawaban Harry, karena tidak ditemukan lagi pegawai yang bersikab seperti itu dikota Batam. “Hasrat hati mendapatkan informasi yang akurat dan akuntabel justru jawaban yang mengambang yang didapat,” Keluh salah satu Grup DPP AMJOI kesal.

Editor: JP
(Amjoi Group)
Share on Google Plus

About Detik Investigasi

0 komentar:

Posting Komentar