Ratusan karung barang second dari Singapura tak bertuan di lokasi Aviari seken.

Ratusan Karung Barang Second Dari Singapore Tak Bertuan Ditemukan Di Lokasi Aviari Seken.


Batam- Detikinvestigasi.com
Ratusan karung bahkan ribuan karung barang Seken tak bertuan ditemukan di sekitar kawasan ruko seken aviari batuaji (17/04/2018) pukul 01.00 wib dini hari.

Sebelumnya tim investigasi media ini menemukan mobil truk pengangkut barang seken dengan nopol BP 9802 ZB dengan menggunakan terpal biru menutupi muatan sedang berjalan di jalan raya tiban.Dengan kecepatan yang cukup tinggi truk terus melaju menuju arah kecamatan batuan dan tim dari beberapa media mengikuti mobil tersebut.

Dan pada akhirnya truk tersebut berhenti di kawasan ruko aviari seken.Tak lama kemudian terpal penutup dibuka dan tampaklah muatan ratusan karung balpres.Salah satu ruko di kawasan aviari seken dijadikan gudang tempat penyimpanan barang seken tersebut.

Tim investigasi lalu menanyakan asal barang tersebut kepada supir truk.”barang seken ini muat dari bukit senyum pak,disana ada kontainer yang isinya barang seken semua bang klo saya hanya pekerja bang” ujar supir yang enggan namanya disebutkan.

Sungguh barang seken tak bertuan,pasalnya ketika dikonfirmasi siapa pemilik barang tersebut tak seorangpun yang mau mengakui siapa pemiliknya.Bahkan seorang wanita berteriak histeris ketika tim investigasi mencoba meminta keterangan dan mengatakan "bukan hanya disini aja kenapa yang disana sambil menunjuk ke salah satu arah dan mengatakan kenapa harus di tempat ini dilakukan investasi" ujar wanita yg tidak diketahui namanya.


Awak media inipun mencoba memberikan informasi dan konfirmasi kepada Kabid BKLI Bea dan Cukai Raden Evy Suhartantyo melalui pesan broadcast whatsapp.”terima kasih atas laporan dan informasinya kemudian akan diteruskan ke bidang pengawasan” balas R.Evy Suhartantyo.

Diduga keras bahwa aktivitas ini telah melanggar Pasal 102 undang-undang republik indonesia nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan ;

” barang siapa yang mengimpor atau mengekspor atau mencoba mengimpor atau mengekspor barang tanpa mengindahkan ketentuan undang – undang ini dipidana karena melakukan penyelundupan dengan pidana penjara paling lama delapan tahun dan denda paling banyak. Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

(Des tafon)
Share on Google Plus

About Detik Investigasi

0 komentar:

Posting Komentar