detikinvestigasi.com

Uji Nyali di Tengah Hutan Gunung Kelud



Kediri- Detik investigasi.com
 Keheningan malam ditengah hutan lereng Gunung Kelud menjadi sorotan tersendiri bagi 120 peserta kemah bakti bela negara yang diselenggarakan Kodim 0809/Kediri bekerjasama dengan Bakesbangpolinmas Kabupaten Kediri. senin (19/11/2018)
Kemah bakti tersebut diadakan di Desa Ngrangkah Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri atau tepatnya di sekitar kawasan perkebunan milik PTPN XII Sepawon, serta diadakan dalam rangka Hari Juang Kartika dan HUT Kodam V/Brawijaya.
Semua peserta yang ikut dalam kemah bakti bela negara ini berstatus pelajar SLTA sederajat dan salah satu agenda yang paling membuat penasaran ialah jurit malam. Penasaran bercampur rasa was-was, itulah jurit malam dalam menguji nyali para peserta menelusuri hutan di malam hari.
Tokoh-tokoh horor yang kerap kali mewarnai layar kaca maupun gedung-gedung cinema, dijadikan pemeran utama dalam uji nyali bergenre jurit malam. Tentunya yang dimaksud peran utama ini bukan hantu beneran, tetapi hanya hantu-hantuan untuk menguji nyali seluruh peserta.

Dari Kuntilanak, Pocong, Genderuwo dan Tuyul, menjadi iconik untuk menguji nyali seluruh peserta agar tidak takut berada ditengah hutan saat malam hari. Uji nyali ini sebenarnya bukan bertujuan melatih nyali para peserta menghadapi berbagai jenis makhluk astral, melainkan untuk menempa mental dan keberanian mereka saat berada ditengah hutan.
Abimanyu, pelajar asal Puncu, sangat antusias mengikuti jurit malam ini. Kendati ada niat yang cukup besar, ia mengakui ada sedikit merinding berada ditengah hutan saat malam hari.

Berbeda dengan Silvi, pelajar asal Plosoklaten ini, menyatakan tidak takut dengan jalanan yang akan dilewatinya, lantaran ia sudah hafal betul lokasi tersebut dan tahu seluk beluk yang ada di sekitar perkebunan itu.
Jarak tempuh yang harus dijalani peserta tidaklah jauh, hanya sekitar 1,5 km atau hanya mengitari jalan setapak Desa Ngrangkah Sepawon. Walaupun jarak tempuh tidak terlalu jauh, bagi mereka yang bernyali ciut, tentunya jarak tersebut sangat jauh dan menjadi tantangan yang tak terelakkan.
Kapten Inf Sutrisno selaku koordinator pelaksana, melakukan penempatan anggota Kodim Kediri di titik-titik tertentu, khususnya jalan yang bercabang. Hal ini dilakukan untuk mencegah para peserta keluar rel arah jurit malam. Disamping itu, setiap jarak sekitar 100 meter, ada 1 anggota Kodim Kediri yang berada disekitar jalan yang dilalui para peserta.

“Setiap jalan yang bercabang, kita menempatkan 1 orang di sekitar jalan itu. Walaupun disitu sudah ada tanda arah, kita melakukan antisipasi hal-hal yang tidak terduga. Setiap 100 meter, kita juga menempatkan 1 orang. Yang jelas kita protek seluruh peserta dari kemungkinan-kemungkinan yang tidak kita inginkan,” ungkap Kapten Inf Sutrisno.

Start di awali di lapangan Desa Ngrangkah Sepawon dan finish ditempat yang sama. Disekitar lokasi perjalanan peserta, ada berbagai tanaman produktif berkomoditi unggulan. Bisa dimaklumi, lantaran lokasi tersebut berada disekitar perkebunan.
“Ini tidak ada maksud ke arah sesuatu yang berbau mistik, ini hanya untuk melatih mental mereka saja. Mental untuk berani ditengah hutan saat malam hari, tidak lebih tidak kurang,” jelas Kapten Inf Sutrisno. (dodik)
Share on Google Plus

About Detik Investigasi

0 komentar:

Posting Komentar